5 Penyebab AS Gagal Tuntaskan Perang Iran Secara Kilat, Salah Satunya Amerika Salah Perhitungan

10 hours ago 2

loading...

Amerika Serikat gagal menuntaskan perang Iran secara kilat, dan justru perang meluas ke berbagai negara di Timur Tengah. Foto/Mehr News Agency

WASHINGTON - Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang telah berlangsung selama lima bulan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Alih-alih meraih kemenangan cepat seperti yang diperkirakan sebagian kalangan di Washington, konflik justru berubah menjadi perang berkepanjangan yang menguras sumber daya, mengguncang pasar energi global, dan memperluas instabilitas di Timur Tengah.

Laporan AP, yang menyimpulkan sejumlah lembaga riset dan analis pertahanan, menyatakan lambatnya penyelesaian perang bukan semata-mata karena kekuatan militer Iran, tetapi juga akibat kompleksitas strategi, politik, hingga kondisi geografis republik Islam yang membuat operasi militer Washington menjadi jauh lebih sulit dibandingkan perkiraan awal.

Baca Juga: Emosi Trump Meledak-ledak saat Para Pejabat AS Gagal Sepakat soal Strategi Perang Lawan Iran

Memang benar bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Juni lalu mengatakan "perang telah berakhir" atau "operasi militer telah selesai", namun faktanya seluruh konflik dan permusuhan AS dengan Iran masih membara.

Bahkan hingga akhir Juli 2026, Senat AS masih memperdebatkan kewenangan Presiden Donald Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran, yang menunjukkan konflik belum benar-benar selesai.

5 Penyebab AS Gagal Tuntaskan Perang Iran dengan Cepat

1. AS Salah Perhitungan

Menurut analisis Washington Institute, salah satu kesalahan terbesar dalam kalkulasi awal AS adalah menganggap Iran dapat dikalahkan melalui serangan udara besar-besaran.

Meski banyak fasilitas militer Iran mengalami kerusakan akibat serangan AS dan Israel, kemampuan tempur Teheran tidak sepenuhnya lumpuh.

Iran selama puluhan tahun membangun strategi perang asimetris, yakni menghindari pertempuran frontal dan mengandalkan rudal balistik, drone, serangan siber, serta jaringan milisi di berbagai negara.

Akibatnya, penghancuran pangkalan atau gudang senjata tidak otomatis mengakhiri kemampuan Iran untuk membalas serangan.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |