loading...
Swiss menjadi negara yang menawarkan uang tunai bagi warga asing yang mau jadi penduduk baru. Foto/X/@TravelBucketX
ROMA - Selama beberapa dekade, pindah ke luar negeri umumnya terbatas pada pensiunan, karyawan yang dipindahtugaskan oleh perusahaan, atau mereka yang bersedia mengurus sistem imigrasi yang rumit. Situasi ini mulai berubah seiring dengan berkembangnya sistem kerja jarak jauh, kewirausahaan digital, dan ekonomi kreator yang membuat faktor lokasi tidak lagi menjadi hambatan utama.
Menurut penelitian dari MBO Partners, diperkirakan ada 18,5 juta orang Amerika yang menjalani gaya hidup digital nomad pada tahun 2025—angka ini meningkat lebih dari 150% dibandingkan tahun 2019. Bahkan bertahun-tahun setelah pandemi memicu lonjakan kerja jarak jauh, berbagai negara terus bersaing menarik pekerja yang tidak terikat lokasi, wirausahawan, dan pensiunan yang dapat membawa serta pendapatan, investasi, dan aktivitas ekonomi.
Untuk menarik penduduk baru ini, pemerintah dan komunitas lokal menawarkan berbagai insentif, mulai dari hibah tunai dan subsidi perumahan hingga keuntungan pajak, dukungan bagi perusahaan rintisan, visa, dan program izin tinggal yang lebih mudah. Warga Amerika menjadi kandidat yang menarik karena banyak di antara mereka memiliki penghasilan yang fleksibel secara lokasi, daya beli yang kuat di negara dengan biaya hidup lebih rendah, serta kemampuan untuk berkontribusi pada ekonomi lokal tanpa harus bersaing memperebutkan lapangan kerja. Meskipun ada pemberitaan yang menjanjikan ribuan dolar bagi mereka yang pindah, program-program ini jarang menanggung seluruh biaya kepindahan. Sebagian besar mensyaratkan bukti penghasilan, komitmen untuk tinggal di wilayah tersebut, atau partisipasi dalam ekonomi lokal—namun insentif ini bisa menjadi faktor penentu bagi mereka yang memang sudah mempertimbangkan untuk tinggal di luar negeri.
Melansir Veranda, peluang ini mencakup beragam gaya hidup, mulai dari desa pesisir di Eropa hingga kota-kota di Asia dan komunitas pedesaan yang sedang mencari penduduk baru. Namun, pindah ke luar negeri menuntut pemahaman akan realitas finansial: warga negara Amerika umumnya tetap harus melaporkan pajak AS di mana pun mereka tinggal, dan aturan perpajakan negara asing bisa menambah kerumitan.
Pindah tempat tinggal tidak berarti harus melepas kewarganegaraan Amerika; banyak ekspatriat tetap memegang paspor AS sembari mendapatkan izin tinggal atau, dalam beberapa kasus, kewarganegaraan kedua. Bagi mereka yang bersedia mengurus segala persiapannya, program-program ini menawarkan lebih dari sekadar insentif finansial—program ini memberikan kesempatan untuk menata ulang di mana dan bagaimana mereka menjalani hidup.
7 Negara yang Menawarkan Uang Tunai bagi Warga Asing yang Mau Jadi Penduduk Baru
1. Italia
Melansir Veranda, insentif relokasi di Italia sebagian besar bertujuan untuk merevitalisasi komunitas pedesaan yang menghadapi penurunan populasi, alih-alih menarik orang untuk pindah ke kota-kota besar. Wilayah seperti Calabria, Sardinia, dan Molise telah meluncurkan atau mendukung program yang menawarkan insentif finansial—dalam beberapa kasus mencapai sekitar €30.000 (sekitar USD34.500)—bagi mereka yang bersedia pindah ke kota kecil, merintis usaha, atau membantu memulihkan ekonomi lokal.

















































