8 Nasihat Imam Hatim Al-Asham yang Mengubah Cara Pandang Hidup

16 hours ago 4

loading...

Nasihat ulama ini penting diketahui yang bisa mengubah cara pandang hidup umat Muslim di zaman sekarang. Nasihat tersebut datang dari Imam Hatim Al-Asham (wafat 237 H). Foto ilustrasi/ist

Nasihat ulama ini penting diketahui karena bisa mengubah cara pandang hidup umat Muslim di zaman sekarang. Nasihat tersebut datang dari Imam Hatim Al-Asham (wafat 237 H) dikenal luas sebagai salah seorang ulama besar dari Khurasan yang memiliki akhlak mulia, kezuhudan, dan kebijaksanaan yang menginspirasi banyak generasi Islam .

Julukan Al-Asham yang berarti "orang tuli" melekat pada dirinya bukan karena mengalami gangguan pendengaran, melainkan karena pernah berpura-pura tuli demi menjaga kehormatan seseorang.

Ulama yang memiliki nama lengkap Abu Abdurrahman Hatim bin Alwan ini pernah menetap di Baghdad, Irak, sebelum akhirnya wafat di Wasyjard, dekat Kota Tirmidz, pada tahun 237 Hijriah atau 852 Masehi. Selain dikenal santun, Imam Hatim juga masyhur sebagai sosok yang dermawan dan penuh hikmah.

Salah satu kisah paling terkenal adalah dialognya dengan guru sekaligus sahabatnya, Syaqiq Al-Balkhi. Setelah bersahabat selama 30 tahun, Syaqiq bertanya pelajaran apa yang paling berharga yang diperoleh Imam Hatim selama itu.

"Aku telah mendapatkan delapan pelajaran yang kuharapkan dapat menyelamatkanku di hadapan Allah," jawab Imam Hatim.

Baca juga: Nasihat Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Bekal Penting agar Umat Tetap Istiqamah

Delapan pelajaran tersebut hingga kini masih relevan sebagai pedoman hidup seorang Muslim.

1. Amal Saleh adalah Sahabat Sejati hingga Alam Kubur

Imam Hatim mengamati bahwa setiap manusia mencintai keluarga, sahabat, maupun harta bendanya. Namun seluruh kecintaan itu hanya menemani sampai kematian atau paling jauh hingga liang kubur.

Setelah itu, manusia akan menghadapi alam kubur seorang diri. Dari perenungan tersebut, ia menyimpulkan bahwa satu-satunya teman yang akan terus menemani adalah amal saleh. Karena itu, ia menjadikan amal saleh sebagai bekal utama yang akan menerangi kuburnya.

2. Menundukkan Hawa Nafsu

Pelajaran kedua adalah pentingnya mengendalikan hawa nafsu. Imam Hatim melihat banyak manusia memperturutkan keinginannya tanpa batas.

Ia kemudian merenungkan firman Allah SWT:

"Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya." (QS An-Nazi'at: 40-41).

Ayat tersebut membuatnya bertekad memerangi hawa nafsu hingga tunduk kepada perintah Allah SWT.

3. Harta Terbaik adalah yang Disimpan di Sisi Allah

Menurut Imam Hatim, seluruh harta dunia bersifat sementara. Yang kekal hanyalah apa yang diinfakkan di jalan Allah.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |