Antisipasi AS, China Persiapkan Perang Elektronik di Laut China Selatan

1 day ago 9

loading...

Citra satelit menunjukkan perluasan fasilitas perang elektronik China di Laut China Selatan. Langkah ini menantang kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Foto/CSIS/AMTI

JAKARTA - China dilaporkan sedang menjadikan Laut China Selatan sebagai medan pertempuran elektromagnetik melalui perluasan infrastruktur perang elektronik di sejumlah pulau buatan.

Langkah ini menandai fase terbaru dari upaya jangka panjang Beijing untuk memperkuat pengaruh militernya di kawasan Indo-Pasifik dan menantang kehadiran militer Amerika Serikat (AS) serta sekutunya di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Mengutip dari Mizzima, Selasa (13/1/2026), citra satelit dan laporan independen menunjukkan perluasan fasilitas perang elektronik di Terumbu Fiery Cross, Mischief, dan Subi. Ketiganya merupakan lokasi utama di Laut China Selatan yang telah direklamasi dan dimiliterisasi oleh China.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir AS Umbar Tembakan di Laut China Selatan yang Diklaim China

Instalasi tersebut mencakup antena monopole, kendaraan pengacak sinyal bergerak, radome, serta posisi pertahanan yang diperkuat. Fasilitas ini memungkinkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk mengendalikan spektrum elektromagnetik, termasuk mengganggu komunikasi, merusak radar, dan melacak posisi pasukan asing di wilayah sengketa.

Dominasi Informasi dan Konektivitas

Pengembangan tersebut dilaporkan berlangsung intensif sepanjang 2023–2025 dan dinilai sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi keunggulan tradisional AS dalam peperangan berbasis jaringan. Dengan kemampuan ini, China berpotensi menghambat operasi pengintaian dan penargetan lawan, sehingga menurunkan efektivitas kelompok tempur kapal induk AS di kawasan tersebut.

Sejumlah analis menilai bahwa fokus China pada dominasi spektrum elektromagnetik mencerminkan perubahan doktrin militer modern, di mana penguasaan informasi dan konektivitas dipandang sama pentingnya dengan kendali wilayah laut dan udara. Integrasi pulau buatan dengan sistem pengacak bergerak dan jaringan kapal perang disebut menciptakan lapisan pertahanan yang kompleks dan saling terhubung.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |