Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka

13 hours ago 2

loading...

Orang yang berhamba pada dinar dan dirham (budak harta) termasuk perbuatan syirik, karena orang tersebut sedang menghambakan dirinya kepada selain Allah Taala. Foto ilustrasi/ist

Harta dan kekayaan bisa sangat membahayakan, dan juga fitnah terkejam bagi manusia. Banyak di antara kita rela menghabiskan waktunya hanya untuk berburu kemewahan harta dunia. Bahkan tidak lagi peduli halal dan haram dalam mendapatkannya. Padahal Nabi SAW telah mengingatkan agar kita tidak menjadi “budak harta”.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

Dalam hadis ini, Nabi mendoakan celaka bagi hamba dinar dan yang lainnya. Seseorang disebut “hamba dinar” dan “hamba dirham” karena dia melakukan berbagai amal perbuatannya hanya semata-mata mencari harta benda.

Dalam kitab At Tamhid li Syarh Kitabi At Tauhid ditegaskan, orang yang berhamba pada dinar dan dirham termasuk perbuatan syirik, karena orang tersebut sedang menghambakan dirinya kepada selain Allah Ta'ala.

Baca juga: Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah dalam kitab 'Taisiirul Kariimir Rahman' menjelaskan tentang hakikat kehidupan dunia dan akhirat . Bahwa hakikat kehidupan dunia adalah sekadar permainan dan senda gurau, permainan dengan anggota badan, dan senda gurau dalam masalah hati.

Hati akan menjadi bingung dan bimbang karena dunia. Jiwa pun akan berusaha memiliki sesuatu yang dicintai serta memiliki keinginan yang kuat di dalamnya. Akhirnya akan menyebabkan seorang hamba sibuk dengan dunia seperti anak-anak yang asyik dengan mainannya.

Lalu, cobalah sejenak kita renungkan tentang hakikat kehidupan dunia agar kita tidak terjerumus dalam tipu dayanya.

Tentang hakikat kehidupan dunia Allah Ta’ala berfirman :

وَ مَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ‌ ؕ وَلَـلدَّارُ الۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لِّـلَّذِيۡنَ يَتَّقُوۡنَ‌ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |