loading...
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar. Foto/Dok
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar pada Rabu (10/6/2026). Sulawesi Selatan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang melakukan pencanangan tingkat provinsi, sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Mulai pertengahan bulan ini, jangan kaget jika rumah, toko, maupun tempat usaha Anda mendadak didatangi oleh petugas dengan atribut lengkap BPS. Anda tidak perlu panik atau buru-buru menutup pagar.
Kedatangan para petugas berompi ini bukan untuk menagih utang ataupun mengejar setoran pajak Anda! BPS secara resmi mengumumkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan digelar secara serentak di seluruh pelosok Indonesia.
Baca Juga: Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Langkah besar berskala nasional ini diawali dengan pencanangan perdana yang bertempat di Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala BPS RI mengungkapkan bahwa sensus door-to-door (dari pintu ke pintu) ini akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Semua pelaku usaha, mulai dari skala ultra mikro yang bersembunyi di dalam rumah hingga korporasi raksasa dengan fisik gedung yang mentereng, wajib didata tanpa terkecuali. Sebagian masyarakat kerap merasa enggan atau curiga ketika dimintai data sensitif mengenai aktivitas ekonomi mereka.
Namun, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan mengapa sensus ekonomi ini begitu pentin, selain juga memberikan peringatan keras mengenai dampak buruk jika ada warga atau pengusaha yang mangkir atau menolak didata oleh petugas BPS.


















































