loading...
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam acara acara Penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kantor BPH Migas, Senin (5/1/2025). FOTO/Iqbal Dwi P
JAKARTA - Pemerintah memastikan ketegangan geopolitik menyusul serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela belum berdampak terhadap kondisi perminyakan di dalam negeri. Hingga saat ini, pasokan minyak mentah dan harga energi di Tanah Air masih dalam kondisi stabil.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan, meski sejauh ini belum terlihat adanya pengaruh langsung dari konflik tersebut.
"Kita akan antisipasi, tapi yang jelas kondisi di negara kita saat ini stabil. Belum ada dampaknya," ujarnya saat ditemui usai acara Penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kantor BPH Migas, Senin (5/1/2025).
Baca Juga: Indonesia Monitor Dampak AS Serang Venezuela dan Penangkapan Maduro
Laode mengatakan, langkah antisipasi selalu disiapkan pemerintah menghadapi dinamika global, termasuk potensi gangguan pasokan dan fluktuasi harga minyak dunia. Namun ia menekankan, pengumuman resmi terkait kondisi energi nasional saat ini masih aman. Menanggapi kemungkinan kenaikan harga minyak dalam waktu dekat, Laode menyebut belum ada indikasi ke arah tersebut. "Kan tadi baru diumumkan aman," katanya singkat.
Laode menjelaskan, salah satu faktor yang membuat Indonesia relatif aman dari gejolak tersebut adalah sumber pasokan minyak mentah nasional yang tidak bergantung pada Venezuela. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan situasi global. "Sumber crude kita bukan dari sana, dari wilayah lain, jadi masih stabil. Sampai hari ini kita belum melihat ada dampak," jelasnya.

















































