Gempa Moneter Ancam Asia, Bank Sentral Jepang Siap Naikkan Suku Bunga Tertinggi dalam 31 Tahun

6 hours ago 3

loading...

Keputusan moneter bersejarah membayangi di Asia. Bank of Japan (BOJ) bersiap mengumumkan kenaikan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Foto/Dok

JAKARTA - Keputusan moneter bersejarah membayangi di Asia. Bank of Japan (BOJ) bersiap mengumumkan kenaikan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir pada Jumat (18/9/2026). Langkah drastis ini diambil guna membendung bahaya lonjakan inflasi, sekaligus membalas langkah agresif Bank Sentral AS (The Fed) yang baru saja menaikkan suku bunga.

Rapat kebijakan dua hari yang berakhir hari ini diperkirakan bakal ketok palu untuk menaikkan policy rate BOJ dari 1,00% menjadi 1,25%. Keputusan BOJ tak lepas dari eskalasi perang moneter global. Baca Juga: The Fed Nekat Naikkan Suku Bunga AS, Donald Trump Murka

Langkah The Fed menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00% pekan ini memperlebar jurang suku bunga (rate gap) antara AS dan Jepang. Jurang yang makin melebar ini mengancam akan membuat mata uang Yen kian meluncur jatuh dan mendongkrak biaya impor barang.

Kondisi tersebut makin diperparah oleh melonjaknya harga energi dunia akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran), yang berimbas langsung pada kenaikan inflasi di tingkat pedagang grosir hingga harga bahan pokok konsumen.

Baca Juga: Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir

"Jika The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember mendatang, BOJ mau tak mau akan dipaksa melakukan hal yang sama. Ini makin terlihat seperti kompetisi kenaikan suku bunga global," ujar Executive Rates Strategist Nomura Securities, Mari Iwashita seperti dilansir Reuters.

Sinyal hawkish BOJ atau bank sentral Jepang ini juga mendapatkan dorongan kuat dari internasional. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan, secara terbuka bahwa ia mendukung penuh langkah tegas BOJ untuk mengatasi pelemahan Yen dalam pertemuannya dengan Gubernur BOJ Kazuo Ueda di sela-sela KTT G20.

Kenaikan ke level 1,25% secara resmi mengakhiri era "uang murah" (cheap global funding) yang selama berdekade-dekade melekat pada mata uang Yen. Meskipun BOJ mulai bertindak tegas, para analis mengingatkan bahwa langkah ini masih tergolong lambat dibanding Bank Sentral Eropa (ECB) maupun The Fed.

(akr)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |