loading...
Api menyembur dari sebuah pipa di ladang minyak di Basra, sebelah tenggara Baghdad, pada 30 September 2016. FOTO/Reuters
JAKARTA - Harga minyak mentah Brent melonjak ke level tertinggi dalam enam pekan mendekati USD97 per barel, meski masih tertahan di bawah ambang psikologis USD100. Kenaikan tersebut dipicu oleh konflik AS-Iran yang memangkas hampir separuh pengiriman minyak dari Timur Tengah dan mengganggu arus perdagangan melalui Selat Hormuz.
"Rata-rata pergerakan harian tersebut berada di sekitar empat hingga lima juta barel per hari, yang menurut kami mencerminkan harga Brent yang wajar sekitar USD95 per barel," kata Kepala Ekonom Rystad Energy Claudio Galimberti, dikutip dari Reuters, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Perang Berlarut, Ekonomi Iran dan AS Sama-sama Babak Belur
Pengiriman minyak dari produsen Timur Tengah turun menjadi sekitar 11 juta barel per hari dari 18 juta barel per hari sebelum perang Iran dimulai sekitar tujuh bulan lalu. Arus minyak melalui Selat Hormuz bahkan turun di bawah 2 juta barel per hari setelah pertempuran kembali terjadi pada 30 Agustus, sementara data Kpler menunjukkan tidak ada kapal pengangkut minyak mentah berkapasitas sangat besar yang terlihat keluar dari selat tersebut sejak 2 September.
Meski demikian, harga acuan minyak masih tertahan di bawah USD100 karena negara-negara produsen Teluk mengalihkan rute ekspor melalui jalur alternatif. Arab Saudi kembali memuat minyak dari pelabuhan Ras Tanura sejak Agustus, ekspor Mesir melalui terminal Sidi Kerir meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 2,139 juta barel per hari, sementara ekspor Irak pulih ke sekitar 2,34 juta barel per hari dan pengiriman Uni Emirat Arab bertahan di sekitar 2,9 juta barel per hari.
Dari sisi pasokan global, produsen non-OPEC seperti AS, Kanada, dan Guyana diperkirakan menambah produksi gabungan sekitar 1,4 juta barel per hari tahun ini. Sementara dari sisi permintaan, pembelian minyak mentah melalui laut oleh China sebagai importir minyak terbesar dunia turun menjadi sekitar 7 juta barel per hari pada Juli dan Agustus dari lebih dari 11 juta barel per hari pada Februari, dengan cadangan minyak China diperkirakan mencapai 1,7 miliar barel.

















































