Iran Janjikan Balas Dendam Panjang dan Menyakitkan Jika AS Menyerang Lagi

2 hours ago 1

loading...

Iran janjikan serangan pembalasan yang panjang dan menyakitkan jika AS menyerang lagi. Foto/BBC

TEHERAN - Iran berjanji akan membalas dengan serangan panjang dan menyakitkan terhadap posisi militer Amerika Serikat (AS) jika Washington kembali menyerang republik Islam. Teheran juga menegaskan kembali klaimnya atas Selat Hormuz, yang mempersulit rencana AS untuk membentuk koalisi guna membuka kembali jalur perairan vital tersebut.

Dua bulan setelah perang AS-Israel terhadap Iran, Selat Hormuz tetap tertutup, menghambat 20% pasokan minyak dan gas dunia. Hal itu telah menyebabkan harga energi global melonjak dan meningkatkan kekhawatiran tentang risiko penurunan ekonomi.

Baca Juga: AS Diduga Akan Serang Iran Lagi, Kali Ini dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle

Upaya untuk menyelesaikan konflik telah menemui jalan buntu, dengan gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April tetapi Iran masih memblokir Selat Hormuz sebagai respons atas blokade Angkatan Laut AS terhadap ekspor minyak Iran, jalur kehidupan ekonomi Teheran.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang menerima pengarahan dari Komando Pusat atau CENTCOM pada Kamis waktu Washington. Pengerahan itu terkait rencana serangkaian serangan militer baru untuk memaksa Iran bernegosiasi guna mengakhiri konflik, kata seorang pejabat AS kepada Reuters, Jumat (1/5/2026).

Opsi semacam itu telah lama menjadi bagian dari perencanaan AS, tetapi laporan tentang pengarahan yang diusulkan, yang pertama kali diterbitkan oleh situs berita Axios pada Rabu malam, awalnya memicu kenaikan besar harga minyak, dengan harga minyak mentah versi Brent Crude mencapai lebih dari USD126 per barel pada satu titik. Kemudian turun kembali ke sekitar USD114.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan pada Kamis malam bahwa tidak masuk akal untuk mengharapkan hasil cepat dari perundingan dengan AS.

"Mengharapkan tercapainya hasil dalam waktu singkat, terlepas dari siapa mediatornya, menurut pendapat saya, bukanlah hal yang realistis," katanya.

Sementara itu, aktivitas pertahanan udara terdengar di beberapa wilayah ibu kota Iran, Teheran, pada Kamis malam, menurut laporan kantor berita Mehr, dan kantor berita Tasnim melaporkan bahwa sistem pertahanan udara sedang menyerang drone kecil dan kendaraan udara pengintai tak berawak.

Pada hari Kamis, Uni Emirat Arab mengatakan telah melarang warganya bepergian ke Iran, Lebanon, dan Irak, dan mendesak mereka yang saat ini berada di negara-negara tersebut untuk segera pulang, dengan alasan perkembangan regional.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |