Jelang Armuzna, Komnas Haji Tekankan Pentingnya Kekompakan dan Solidaritas Jemaah

3 hours ago 1

loading...

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj. Foto/Istimewa

JAKARTA - Jelang puncak ibadah haji , Komnas Haji menekankan pentingnya kekompakan dan solidaritas di kalangan jemaah agar tetap solid, bahu-membahu membantu dengan semangat jemaah jaga jemaah, tanpa harus selalu mengandalkan petugas. Dengan begitu bisa diminimalisasi jemaah tersesat atau hilang.

Diketahui, pergerakan puncak haji menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dimulai pada hari ini, Senin (25/5/2026) bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 H. Jemaah mulai dimobilisasi secara bertahap dari hotel-hotel di Makkah menuju Arafah untuk melakukan wukuf pada esok hari, Selasa (26/5/2026) bertepatan dengan 9 Zulhijah 1447 H, bergabung dengan kurang lebih 1,6 juta jemaah dari berbagai penjuru dunia.

Perjalanan selanjutnya jemaah akan bergeser untuk melakukan mabit di Muzdalifah. Selanjutnya, pergerakan jemaah mengarah ke Mina melakukan lontar jumrah di Jamarat untuk melakukan lempar batu Aqobah, Ula, dan Wustha dalam rentang 10 - 12 Zulhijah 1447 H. Di sela-sela agenda tersebut, tamu-tamu Allah harus bergerak ke Makkah untuk melakukan tawaf ifadah, sai, dan tahalul.

Baca Juga: Jelang Armuzna, Timwas Haji Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Risiko

Menurut Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj , dengan agenda yang begitu padat, jarak pergerakan yang begitu panjang serta simultan, ibadah di Armuzna akan sangat menguras tenaga dan stamina, sehingga bisa memicu kelelahan dan turunnya konsentrasi, stamina bisa drop bahkan sakit.

"Kondisi semacam ini bisa menyebabkan rombongan jemaah yang bergerak ke tempat ibadah bisa terpisah dari rombongan, tertinggal ataupun tercerai berai dari regunya, khususnya bagi lansia dan disabilitas yang bisa menimbulkan mereka tersesat atau bahkan hilang," ujar Mustolih dalam keterangan yang diterima SindoNews, Senin (25/5/2026).

Mustolih menekankan, situasi di Armuzna dengan jutaan jemaah menggunakan pakaian yang sama yakni ihram warna putih dan warna tenda yang seragam acapkali membuat jemaah sulit membedakan teman satu rombongan maupun tenda tempatnya beristirahat dengan tenda jemaah negara lain. Belum lagi cuaca panas yang diperkirakan akan mendekati 50 derajat celsius menjadi tantangan tersendiri

"Karena itu, sangat dibutuhkan kekompakan dan solidaritas di kalangan para jemaah agar tetap solid dan kompak, saling bahu-membahu membantu (ta'awun) dengan semangat "jemaah jaga jemaah" tanpa harus selalu mengandalkan petugas. Dengan begitu bisa diminimalisir jemaah tersesat atau hilang. Pada titik ini peran ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) menjadi sangat sentral dan vital," jelasnya.

Mustolih mengatakan, dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Komnas Haji optimistis puncak haji di Armuzna tahun ini akan berjalan sukses dan lancar.

(zik)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |