loading...
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin (Agustin-Iswar) saat menyampaikan satu tahun kinerjanya membangun negeri.
SEMARANG - Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin (Agustin-Iswar) merupakan fondasi untuk percepatan pembangunan di tahun-tahun mendatang. Maka, Agustina-Iswar membuktikan kinerjanya dengan hasil nyata yang terukur.
Di Kota Semarang, periode ini diisi dengan berbagai upaya menjawab kebutuhan publik, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan layanan dasar, pemulihan, dan penggerakan ekonomi daerah, hingga lahirnya sejumlah inovasi kebijakan di Kota Semarang. Namun, capaian tersebut juga berjalan beriringan dengan tantangan lapangan, keterbatasan anggaran, serta persoalan klasik yang belum sepenuhnya tuntas.
Semua persoalan tersebut dijawab dengan kinerja Agustina-Iswar yang menghasilkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Tengah dan ketangguhan fiskal yang mampu beradaptasi dengan kebijakan efisiensi nasional.
Visi terpadu mampu menghasilkan dampak nyata. Agustina-Iswar menerapkan lima tagline pembangunan: Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
Lima tagline tersebut telah dikolaborasi menjadi program kerja yang saling berkesinambungan, membentuk siklus transformasi berkelanjutan.
Hasilnya bukan sekadar 25 penghargaan baik nasional, maupun regional tetapi fondasi sistemik yang meningkatkan kepuasan 83,6 persen warga (Survei Litbang Kompas) dan mendorong IPM 2025 ke angka 85,80 (kategori sangat tinggi).
Yang menarik, ketangguhan tata kelola ini berjalan paralel dengan dinamika fiskal yang adaptif. Laporan realisasi TA (Tahun Anggaran) 2025 menunjukkan realisasi pendapatan daerah yang solid di angka 92,31 persen, dengan kisah sukses yang diwarnai paradoks: sektor hiburan dan kuliner melesat menjadi penyelamat, sementara sektor akomodasi tertekan.
Ketangguhan Fiskal: Ekonomi Kerakyatan Jadi Penyangga Utama
Di tengah terpaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja pemerintah yang memangkas perjalanan dinas, Semarang mencatat ketahanan fiskal yang mengagumkan.
Data Realisasi PAD 2025 yang Kontras: Pajak Hiburan: 106,38% (Melampaui Target), Pajak Restoran: 104,31% (Melampaui Target), Pajak Hotel: 79,10% (Di Bawah Target), Sisa Lebih Pembiayaan (SiLPA): Rp186,9 Miliar
Angka-angka tersebut menjadi cerminan denyut nadi ekonomi masyarakat yang adaptif. Ketika belanja dinas pemerintah dipangkas, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan dan kuliner. Ini menunjukkan resilience ekonomi kerakyatan yang menjadi penyangga vital.
"Angka-angka ini adalah cerminan nyata dari daya lenting (resilience) ekonomi warga yang luar biasa. Ketika belanja korporasi dan dinas pemerintah menyusut, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan, kuliner, dan kreatif. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini di masa penuh tantangan," tegas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.


















































