Kisah Laurent Simons, Jenius Belgia Lulus PhD Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun

9 hours ago 6

loading...

Di usia yang masih sangat muda, Laurent Simons, telah menyandang gelar doktor (PhD) Fisika Kuantum dari University of Antwerp. Foto/X Mathonymics.

JAKARTA - Di usia yang masih sangat muda, Laurent Simons, telah menyandang gelar doktor (PhD) Fisika Kuantum dari University of Antwerp. Tak berhenti di situ, Laurent kini melanjutkan PhD kedua di bidang ilmu kedokteran dengan misi mulia: membantu manusia hidup lebih sehat dan berumur panjang.

Meski memiliki kecerdasan luar biasa, Laurent tak pernah mengejar gelar demi pamer prestasi. Motivasinya sederhana namun menyentuh. Ia ingin memahami tubuh manusia lebih dalam setelah kehilangan kakek dan nenek tercinta akibat penyakit. Rasa sayang itulah yang menjadi bahan bakar semangatnya dalam menempuh pendidikan super cepat.

Baca juga: Cerita Sastia Prama Putri, Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Berpaspor Indonesia

Lulus SMA di Usia 8 Tahun

Dikutip dari Instagram Kobi Education, sejak kecil, kemampuan belajar Laurent disebut seperti spons. Ia mampu menyerap materi pelajaran dengan sangat cepat. Guru-gurunya menyadari bahwa Laurent bisa memahami pelajaran satu tahun hanya dalam hitungan minggu.

Karena tempo sekolah reguler dianggap terlalu lambat dan membuatnya bosan, pihak sekolah menawarkan jalur akselerasi. Hasilnya luar biasa. Materi SMP dan SMA yang normalnya ditempuh enam tahun, berhasil diselesaikan Laurent hanya dalam waktu sekitar 1,5 tahun. Ia bahkan lulus SMA di usia 8 tahun.

Baca juga: Kisah Izzat, Pernah Jadi Kuli dan Loper Koran di Jepang, Kini Raih Gelar Doktor Biologi Kelautan

S1 di Belanda, Pindah ke Belgia

Pada usia 9 tahun, Laurent memilih jurusan teknik elektro di Belanda sebagai tujuan kuliah S1. Ia kembali mendapatkan fasilitas akselerasi. Namun karena usianya yang terlalu muda dan kampus tidak memperbolehkannya lulus sebelum usia 10 tahun, orang tuanya memutuskan memindahkannya ke Belgia.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |