loading...
Pertama kalinya, Taiwan tembakkan puluhan rudal dari HIMARS buatan AS ke arah China dalam latihan militer hari Rabu. Foto/Screenshot video Taiwan Plus
TAIPEI - Taiwan telah menembakkan puluhan rudal dari Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan Amerika Serikat (AS) ke arah China untuk pertama kalinya. Rudal-rudal itu ditembakkan pada hari Rabu sebagai bagian dari latihan dua hari yang diadakan di sekitar kota Taichung, Taiwan tengah.
Latihan tersebut berlangsung di sepanjang garis pantai sepanjang 12 mil yang disebut "pantai merah", daerah pesisir di seluruh negeri yang dianggap sebagai tempat pendaratan paling mungkin untuk invasi China.
Baca Juga: Gawat, Konflik AS dan China atas Taiwan Berisiko Memicu Eskalasi Nuklir
HIMARS adalah salah satu sistem terpenting dalam persenjataan Taiwan dan akan sangat penting dalam mempertahankan diri dari serangan China. Dalam latihan tersebut, militer Taiwan juga menembakkan sistem roket Thunderbolt-2000 buatan dalam negeri, howitzer Paladin buatan AS, dan rudal anti-tank berpemandu.
"Latihan tembak langsung didasarkan pada skenario yang mensimulasikan pasukan amfibi musuh yang mencoba menyerang wilayah tengah," kata Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip The Telegraph, Kamis (11/6/2026).
"Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan yang berorientasi pada pertempuran, memungkinkan para perwira dan prajurit untuk menyadari bahwa ‘di mana pun adalah medan perang, dan pelatihan harus terus-menerus dilakukan’," lanjut pernyataan tersebut.
Meskipun Taiwan sebelumnya telah menguji sistem HIMARS, manuver saat itu hanya dilakukan dari pangkalan militer di pantai tenggara tempat rudal ditembakkan ke Samudra Pasifik.


















































