Pertamina Patra Niaga Kembangkan Usaha Hasil Laut di Kampung Tua Terih

3 hours ago 1

loading...

Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Batam, mengembangkan hasil laut menjadi berbagai kegiatan produktif. Foto/Dok

JAKARTA - Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Batam, mengembangkan hasil laut menjadi berbagai kegiatan produktif. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Hang Nadim.

Melalui program tersebut, nelayan dan kelompok perempuan diarahkan mengolah hasil laut menjadi sumber pangan dan produk usaha yang menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga. Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga yang meninjau program tersebut menilai, program itu memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Sabar Yudo Suroso mengatakan, Kampung Bahari Si Pelaut terbukti mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Sabar melalui keterangan pers, Minggu (9/7/2026).

Baca Juga: Pertamina Pastikan Mobil Tangki Kecelakaan di Tanah Bumbu Bukan Armada Operasional Resmi

Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama. Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu, budidaya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.

Program ini tercatat mampu meningkatkan pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta, atau rata-rata sekitar 40% per anggota.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |