Peta Dagang Dunia Mulai Retak, Eropa Tinggalkan AS Berpaling ke China

4 hours ago 2

loading...

Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss mengukuhkan sebuah pergeseran besar dalam geopolitik ekonomi global. FOTO/Reuters

DAVOS - Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos mengukuhkan sebuah pergeseran besar dalam geopolitik ekonomi global. Panggung ini mempertontonkan kontras tajam antara proteksionisme Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump dan ajakan multilateralisme dari China, yang secara nyata mulai mengubah pola aliansi dagang dunia, dengan Eropa semakin menunjukkan keinginan untuk menjauh dari Washington.

Dalam pidato yang penuh keyakinan pada Rabu, Trump dengan keras membela kebijakan tarifnya sebagai pencetus "keajaiban ekonomi" AS. Ia menyatakan kebijakan itu berhasil memotong defisit perdagangan bulanan AS hingga 77% dalam setahun.

"Hampir semua yang disebut para pakar memprediksi rencana saya untuk mengakhiri model gagal ini akan memicu resesi global dan inflasi tak terkendali. Namun kami telah membuktikan mereka keliru," tegas Trump dikutip dari The Straits Times, Sabtu (24/1/2026).

Ia tak segan menyasar sekutu tradisionalnya, "di sejumlah tempat di Eropa, sejujurnya, kondisinya bahkan sudah tidak dapat dikenali lagi."

Kritik tajam terhadap pendekatan AS justru datang dari sekutu lama Washington. Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menyebut kenaikan tarif AS sebagai sesuatu yang secara mendasar tidak dapat diterima dan memperingatkan Eropa agar tidak tunduk pada tekanan. Sinyal pergeseran yang lebih konkret datang dari Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang mengumumkan kemitraan strategis baru dengan China sambil menyindir intimidasi ekonomi yang dilakukan Washington.

Baca Juga: Rusia dan China Bersatu Lawan Upaya Barat Memiliterisasi Asia-Pasifik

Sebelumnya, China telah mengambil peran sebagai penyeimbang. Wakil Perdana Menteri He Lifeng, tanpa menyebut nama Trump, menyerukan prinsip kesetaraan. "Aturan harus berlaku sama bagi semua pihak dunia tidak boleh kembali ke hukum rimba, di mana yang kuat menindas yang lemah," ujarnya. Ia menegaskan "China berkomitmen membangun jembatan, bukan tembok," dan bahwa "perang tarif dan perang dagang tidak menghasilkan pemenang."

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |