PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura

9 hours ago 5

loading...

PLN EPI dan eFUELS SEA Pte. Ltd, perusahaan asal Singapura menandatangani MoU untuk menjajaki pengembangan rantai pasok hidrogen hijau lintas batas dari Indonesia ke Singapura. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan eFUELS SEA Pte. Ltd, perusahaan asal Singapura menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki pengembangan rantai pasok hidrogen hijau lintas batas dari Indonesia ke Singapura, sekaligus mengeksplorasi peluang kerja sama pengembangan ekosistem eFuels dan hidrogen hijau guna mendukung percepatan pencapaian target Net Zero Emissions (NZE).

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan dalam rangkaian Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) hari ini. Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir dan Chief Executive Officer and Director eFUELS SEA Pte. Ltd. David Wang. Hokkop mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis PLN EPI untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen hijau Indonesia sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai pasok energi bersih lintas negara.

"Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi hidrogen hijau. Bersama eFUELS SEA, kami ingin mengkaji potensi tersebut secara menyeluruh, mulai dari aspek produksi, infrastruktur, logistik, hingga model bisnis, sehingga dapat membangun rantai pasok hidrogen hijau yang kompetitif dan berkelanjutan bagi pasar regional," ungkap Hokkop melalui keterangan pers, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: 93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun

Hokkop menjelaskan, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam memperluas pengembangan energi primer rendah karbon sebagai pendukung transisi energi nasional. MoU ini menurutnya menjadi fondasi untuk mengeksplorasi peluang pengembangan hidrogen hijau dan eFuels yang ke depan diharapkan dapat diwujudkan dalam proyek-proyek konkret. "Kami percaya kolaborasi lintas negara akan menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target NZE, sekaligus menciptakan nilai tambah dari potensi energi terbarukan Indonesia," tandasnya.

Sebagai subholding PT PLN (Persero), PLN EPI bertanggung jawab atas penyediaan energi primer, mulai dari batu bara, BBM dan gas bumi, bioenergi, hingga pengembangan energi primer rendah karbon untuk mendukung transformasi sektor energi nasional. Sementara itu, eFUELS SEA Pte. Ltd. merupakan perusahaan platform teknologi dan pengembang proyek eFuels regional yang berfokus pada produksi bahan bakar sintetis beremisi karbon sangat rendah. eFuels yang dikembangkan perusahaan merupakan drop-in fuels, yaitu bahan bakar sintetis yang dapat langsung digunakan pada mesin dan infrastruktur transportasi yang telah ada tanpa memerlukan modifikasi, sehingga menjadi solusi dekarbonisasi bagi sektor-sektor yang sulit dikurangi emisinya, seperti penerbangan, pelayaran, dan petrokimia.

Chief Executive Officer and Director eFUELS SEA Pte. Ltd. David Wang mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat produksi hidrogen hijau di kawasan berkat ketersediaan sumber energi terbarukan yang melimpah. "Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan rantai pasok hidrogen hijau regional. Melalui kerja sama dengan PLN EPI, kami berharap dapat mengombinasikan potensi energi terbarukan Indonesia dengan pengalaman eFUELS SEA dalam pengembangan proyek dan teknologi eFuels untuk menghadirkan solusi dekarbonisasi yang dapat diterapkan secara komersial," ujarnya.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |