Reza Pahlavi Desak Para Demonstran Rebut Pusat Kota Iran

14 hours ago 5

loading...

Reza Pahlavi, putra mahkota dari rezim Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, desak para demonstran untuk merebut pusat kota Iran. Foto/Free Press Journal

TEHERAN - Reza Pahlavi, putra mahkota dari rezim Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, telah mendesak para demonstran untuk meningkatkan protes dengan merebut dan menguasai pusat kota negara tersebut. Desakan ini muncul ketika demo rusuh terus berlanjut dan memasuki minggu ketiga.

“Tujuan kita bukan lagi hanya turun ke jalan,” kata Pahlavi, yang berbasis di Amerika Serikat, dalam pesan video yang diunggah di media sosial. “Tujuannya adalah untuk bersiap merebut dan menguasai pusat kota," katanya lagi, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Trump: AS Akan Serang Iran Sangat Keras di Titik Lemahnya!

Pahlavi, yang ayahnya; Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, memuji apa yang disebutnya sebagai jumlah peserta yang luar biasa dalam protes baru-baru ini dan menyerukan demonstrasi yang lebih terarah pada hari Sabtu dan Minggu.

Dia juga mengatakan bahwa dia sedang bersiap untuk pulang ke Iran, menambahkan bahwa momen itu “sangat dekat".

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyuarakan kekhawatiran atas pemadaman komunikasi di Iran, memperingatkan bahwa hal itu dapat menyembunyikan tindakan keras yang penuh kekerasan.

Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan setidaknya 51 orang telah tewas sejauh ini dalam kerusuhan tersebut. Sedangkan laporan TIME, yang mengutip dokter di Teheran, menyebutkan sudah 217 orang telah tewas.

Peraih Nobel Perdamaian asal Iran, Shirin Ebadi, memperingatkan bahwa pasukan keamanan rezim mungkin sedang mempersiapkan "pembantaian di bawah kedok pemadaman komunikasi yang meluas."

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |