Rusia dan Sekutunya Latihan Nuklir Gabungan, Klaim Tak Ditujukan terhadap Negara Lain

4 hours ago 2

loading...

Rusia dan sekutunya, Belarusia, gelar latihan nuklir gabungan. Manuver ini diklaim tak ditujukan terhadap pihak ketiga. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia

MOSKOW - Rusia dan sekutunya, Belarusia, telah meluncurkan latihan nuklir gabungan yang dimulai pada Senin. Kementerian Pertahanan Belarusia mengeklaim manuver ini sudah terjadwal dan tidak ditujukan terhadap negara lain atau pihak ketiga.

Latihan berlangsung di Belarusia, dengan fokus pada penempatan pasukan tersembunyi, manuver serangan jarak jauh, dan pelatihan kemampuan pasukan untuk mempersiapkan peluncuran dari lokasi yang tidak terjadwal.

Baca Juga: Kremlin Bilang Rusia Tak Dapat Diancam Berkat Senjata Nuklir

Rusia telah menempatkan senjata nuklir di Belarusia pada tahun 2023 atas permintaan yang berulang kali dari Minsk. Rusia juga mengerahkan sistem rudal hipersonik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir di sana tahun lalu. Kepemimpinan Belarusia menyebut kebijakan agresif Barat sebagai alasan untuk langkah-langkah tersebut.

Kementerian Pertahanan Belarusia mengatakan latihan nuklir gabungan ini melibatkan pasukan rudal dan Angkatan Udara. Unit-unit militer Belarusia dan Rusia berlatih mengirimkan senjata ke lokasi peluncuran simulasi dan mempersiapkan penggunaannya dalam pertempuran.

"Latihan ini merupakan aktivitas pelatihan terjadwal dan tidak ditujukan terhadap pihak ketiga mana pun serta tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan regional,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (19/5/2026).

Awal tahun ini, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan bahwa Minsk tidak punya pilihan lain selain memperkuat pertahanan, menunjuk pada peningkatan militer yang berkelanjutan di negara-negara NATO Eropa, khususnya Polandia.

Pada akhir April, media Polandia melaporkan bahwa Warsawa dan Paris merencanakan latihan militer gabungan yang melibatkan simulasi serangan konvensional dan nuklir terhadap Rusia dan Belarusia. Laporan tersebut muncul beberapa hari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengumumkan pendalaman kerja sama militer, dengan alasan adanya “ancaman Rusia.”

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |