Selat Hormuz Ditutup 70 Hari, Pasokan Minyak Dunia Terkuras 1 Miliar Barel

3 hours ago 3

loading...

Krisis pasokan energi global semakin dalam setelah penutupan Selat Hormuz yang berlangsung hampir 70 hari. FOTO/The Time

SINGAPURA - Krisis pasokan energi global semakin dalam setelah penutupan Selat Hormuz yang berlangsung hampir 70 hari memicu kekurangan pasokan minyak dunia lebih dari 1 miliar barel. Gangguan distribusi di jalur pelayaran strategis tersebut mulai menekan cadangan energi, pertumbuhan ekonomi, hingga stabilitas harga pangan di berbagai negara berkembang.

"Dengan Selat Hormuz tertutup selama sekitar 70 hari, akumulasi kekurangan pasokan kini telah melampaui satu miliar barel," kata Chen Chien-Ming, akademisi kebijakan energi dari Nanyang Technological University Singapura dikutip Eurasia Review, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Ditolak India, Kapal Tanker 60.000 Ton LNG Rusia Terdampar di Dekat Singapura

Menurut Chen, sebelum konflik terjadi sekitar 20 juta barel minyak per hari atau hampir seperlima pasokan global melintasi Selat Hormuz. Penutupan jalur tersebut dipicu serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kemudian mengganggu distribusi minyak dunia selama lebih dari dua bulan terakhir.

Dampak krisis mulai dirasakan negara-negara Asia, Afrika, dan Timur Tengah yang kini menghadapi penurunan cadangan energi secara drastis. Menteri Perminyakan Pakistan Ali Pervaiz Malik menyebut negaranya hanya memiliki cadangan minyak mentah untuk lima hingga tujuh hari, tanpa cadangan strategis nasional.

Sejumlah negara Asia lainnya juga mengalami tekanan serupa. Vietnam diperkirakan hanya memiliki cadangan energi untuk 30-45 hari, Thailand sekitar 61 hari, sedangkan Singapura berkisar 20-50 hari. Pemerintah Filipina bahkan mulai menerapkan empat hari kerja per pekan untuk menghemat konsumsi energi, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi mengimbau masyarakat membatasi perjalanan internasional dan bekerja dari rumah.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |