Sempat Ambruk Usai Perang Iran, Emas Mendadak Rebound ke USD4.400

5 hours ago 2

loading...

Pasar komoditas emas global menunjukkan sinyal pemulihan dramatis setelah sempat tertekan parah akibat eskalasi perang Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran. Foto/Dok

JAKARTA - Pasar komoditas emas global menunjukkan sinyal pemulihan dramatis setelah sempat tertekan parah akibat eskalasi perang Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran . Memasuki pertengahan Agustus 2026, harga emas rebound hingga 9% mendaki ke kisaran USD4.400 per troy ons, mengindikasikan kembalinya daya tarik safe-haven bagi investor institusional dan bank sentral dunia.

Sebelumnya, pecahnya perang AS versus Iran pada akhir Februari sempat meluncurkan harga emas dari rekor tertinggi USD5.595 (Januari 2026) hingga ke bawah USD4.000 (Juni 2026) akibat aksi pemburuan likuiditas tunai serta penjualan cadangan oleh sejumlah bank sentral demi menopang ekonomi domestik dari lonjakan harga minyak.

Baca Juga: Bank Sentral China Tambah 20 Ton Cadangan Emas, Terbesar sejak Oktober 2023

Analis independen pasar komoditas, Ross Norman menilai, bahwa pasar emas telah melewati fase guncangan awal (initial shock) perang. Penurunan harga minyak dunia serta melandainya data inflasi Amerika Serikat turut memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga.

"Rasanya seperti rem tangan yang akhirnya resmi dilepaskan dari pergerakan emas," ungkap Ross Norman.

Institusi Raksasa hingga Bank Sentral Borong Emas Batangan

Chief Precious Metals Analyst HSBC, James Steel mengindikasikan, bahwa lonjakan tajam dalam dua pekan terakhir mengisyaratkan tingginya aktivitas pembentukan kembali posisi aset (position rebuilding) oleh bank sentral dan dana kekayaan berdaulat (Sovereign Wealth Funds).

Di kawasan Asia, terutama pasar China, harga premi emas tercatat kembali positif di level USD1,50 per ons, menandakan tingginya permintaan fisik untuk emas batangan ukuran besar. Meski tren berbalik positif, para pengamat mengingatkan adanya potensi hambatan teknikal.

Baca Juga: Simak Prediksi Harga Emas Pekan Depan, Peluang Jual atau Beli?

Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa pergerakan emas mulai mendekati zona jenuh beli (overbought). Level rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) di kisaran USD4.504 per troy ons diprediksi akan menjadi benteng resistensi terkuat yang menentukan apakah emas siap mencetak rekor baru atau mengalami konsolidasi terlebih dahulu.

(akr)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |