Sinyal KA Argo Bromo dan KRL yang Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur Disorot, Ini Penjelasan Menhub

6 hours ago 2

loading...

Sinyal kereta api dalam kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan. Jumlah korban keseluruhan sebanyak 14 meninggal dunia dan 84 korban luka. Foto: Niko Prayoga

BEKASI - Sinyal kereta api dalam kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan. Pihak terkait belum mau menegaskan bahwa alat tersebut tidak berfungsi sebelum kecelakaan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan terkait sinyal yang tak berfungsi pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Saya tidak ingin lebih awal menyatakan ini karena KNKT yang akan melakukan investigasi," ujar Dudy dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, PT KAI Minta Maaf

Dia meminta KNKT melakukan investigasi secara komprehensif terkait kepastian penyebab tabrakan KRL dan kereta api jarak jauh tersebut.

"Itu kami serahkan kepada KNKT. Kami tidak ingin mendesak atau memburu-buru KNKT karena memang mereka tentunya punya metodologi maupun cara bagaimana melakukan investigasi terhadap kecelakaan kereta api," ujarnya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebutkan jumlah korban secara keseluruhan sebanyak 14 meninggal dunia dan 84 korban luka. PT KAI masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun yakni di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur.

Untuk operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur saat ini belum dibuka. PT KAI memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut mendapatkan penanganan maksimal.

Korban luka telah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

(jon)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |