7 Macam Zikir yang Dilantunkan dalam Rangkaian Ibadah Haji

4 hours ago 1

loading...

Zikir haji bukan sekadar lantunan lisan, melainkan sebuah amalan yang menyertai setiap rukun dan sunnah haji. Foto ilustrasi/ist

Zikir haji bukan sekadar lantunan lisan, melainkan sebuah amalan yang menyertai setiap rukun dan sunnah haji. Sedikitnya ada 7 macam zikir dalam rangkaian ibadah haji tersebut. Apa saja? Berikut penjelasannya

Dalam pelaksanaan haji, zikir memiliki peran sangat penting karena ia menjadi pengingat, penguat hati, serta penghubung seorang hamba dengan Allah SWT di tengah lautan jamaah dari berbagai penjuru dunia. Dengan zikir, hati tetap terjaga, pikiran tertuntun, dan setiap langkah dalam perjalanan ibadah haji akan semakin bermakna.

Zikir haji adalah serangkaian doa, pujian, dan kalimat thayyibah yang dibaca oleh jamaah ketika melaksanakan manasik haji. Zikir ini mencakup ucapan talbiyah, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta doa-doa khusus di tempat-tempat mustajab.

Makna dari zikir haji tidak hanya sebatas bacaan, tetapi juga pengingat bahwa manusia datang ke Baitullah sebagai tamu Allah dengan penuh kerendahan hati. Dalam setiap zikir, jamaah diingatkan bahwa tujuan utama ibadah haji adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bukan hanya sekadar menyelesaikan serangkaian ritual.


7 Zikir dalam Rangkaian Ibadah Haji

1. Talbiyah sebagai Zikir Utama

Di antara zikir yang paling identik dengan haji adalah talbiyah. Bacaan talbiyah dimulai sejak seseorang berniat ihram di miqat hingga menjelang akhir pelaksanaan manasik. Talbiyah berbunyi: “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika lak.” Kalimat ini mengandung makna penyerahan total kepada Allah SWT. Talbiyah mengajarkan kesetiaan hamba terhadap panggilan-Nya, bahwa segala pujian dan kerajaan hanya milik Allah semata. Jamaah yang melantunkan talbiyah sejatinya sedang memperbarui janji ketaatan kepada Allah.

Baca juga: Zikir atau Berzikir : Inti dan Tujuan Utama Ibadah Haji

2. Zikir Saat Thawaf

Thawaf mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali adalah salah satu rukun haji yang sarat dengan nilai spiritual. Selama thawaf, tidak ada doa yang baku selain doa kebaikan dan dzikir yang dianjurkan. Jamaah dianjurkan membaca tasbih, tahmid, tahlil, istighfar, serta doa pribadi yang diinginkan. Antara rukun Yamani dan Hajar Aswad terdapat doa yang sangat dianjurkan, yaitu: “Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar.” Dengan zikir ini, thawaf menjadi lebih dari sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah, tetapi juga momentum untuk menyucikan hati dan memperbarui doa-doa terbaik dalam hidup.

3. Zikir Saat Wukuf di Arafah

Wukuf di Padang Arafah adalah puncak ibadah haji. Di sinilah jamaah berkumpul untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampunan Allah SWT. Rasulullah menegaskan bahwa doa di Arafah adalah doa yang paling mustajab. Zikir yang banyak dilakukan di sini adalah takbir, tahlil, tasbih, dan istighfar. Selain itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dengan penuh kerendahan hati, menangis, dan mengingat dosa-dosa yang telah dilakukan. Zikir di Arafah menjadi sarana untuk menyucikan diri dan mengharap rahmat Allah agar pulang dalam keadaan bersih seperti bayi yang baru dilahirkan.

4. Zikir di Muzdalifah dan Mina

Setelah meninggalkan Arafah, jamaah menuju Muzdalifah untuk mabit. Di sini, jamaah dianjurkan memperbanyak zikir malam, membaca takbir, dan doa sebelum berangkat ke Mina. Ketika berada di Mina untuk melaksanakan lontar jumrah, jamaah juga dianjurkan memperbanyak takbir dan doa.

Setiap kali melontar jumrah, jamaah disunnahkan mengucapkan takbir: “Allahu Akbar” sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Setelah lontar jumrah, dianjurkan berdoa dengan sungguh-sungguh di tempat yang mustajab. Zikir di Muzdalifah dan Mina mengajarkan kedisiplinan dalam ibadah sekaligus memperkokoh keyakinan akan kekuasaan Allah SWT.

5. Zikir Saat Sa’i

Sa’i antara bukit Shafa dan Marwah adalah rukun haji yang mengingatkan pada perjuangan Hajar mencari air untuk Ismail. Di Shafa, jamaah membaca ayat Al-Qur’an: “Inna as-Shafa wal-Marwata min sya’a’irillah.”

Kemudian disambung dengan doa takbir, tahlil, dan shalawat. Saat berjalan antara Shafa dan Marwah, jamaah bisa memperbanyak zikir, istighfar, atau doa sesuai kebutuhan. Sa’i bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat dengan makna pengorbanan, kesabaran, dan tawakkal kepada Allah. Dengan zikir yang ikhlas, sa’i menjadi cermin keteguhan hati seorang mukmin.

6. Zikir Saat Tahallul

Tahallul atau mencukur rambut merupakan tanda selesainya sebagian besar rangkaian haji. Pada saat ini, jamaah dianjurkan membaca doa memohon agar ibadahnya diterima Allah. Doa yang umum adalah: “Allahumma taqabbal minni kama taqabbalta min khalilika Ibrahim.”

Zikir pada momen ini penuh makna, karena tahallul menjadi simbol penyucian diri dari dosa-dosa. Rambut yang dipotong diibaratkan membuang segala kesalahan dan membuka lembaran baru dalam hidup. Dengan membaca doa dan zikir, tahallul semakin menguatkan makna spiritual dalam ibadah haji.

7. Zikir di Masjidil Haram

Selain pada rukun haji, jamaah juga dianjurkan memperbanyak zikir di Masjidil Haram. Berada di sekitar Kakbah adalah kesempatan emas untuk memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, doa, dan shalawat kepada Nabi. Setiap ibadah di Masjidil Haram dilipatgandakan pahalanya, sehingga memperbanyak zikir di tempat ini sangat dianjurkan. Zikir di Masjidil Haram menjadi penyempurna seluruh amalan haji, sekaligus sebagai bekal ketenangan hati sebelum kembali ke tanah air.

Baca juga: Khotbah Jumat : Memperbanyak Zikir di Bulan-bulan Haji

(wid)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |