China Balas Tarif Impor 34% Semua Barang dari AS, Trump: Mereka Panik!

21 hours ago 5

loading...

Presiden AS Donald Trump memegang sebuah grafik saat berbicara dalam acara pengumuman perdagangan Make America Wealthy Again di Rose Garden di Gedung Putih pada hari Selasa di Washington, D.C. FOTO/Reuters

JAKARTA - Presiden Donald Trump mencaci maki China setelah saingan utama ekonomi AS itu membalas tarif, dan menepis kejatuhan pasar saham karena perang dagang global semakin meningkat dan menggembar-gemborkan hal itu sebagai peluang menjadikan AS kaya raya.

"China memainkannya dengan salah, mereka panik, satu hal yang tidak dapat mereka lakukan!" ujar Trump memposting di Truth Social, dilansir dari NDTV, Sabtu (5/4/2025).

Perang dagang yang semakin memanas tersebut mengakibatkan pasar jatuh selama dua hari berturut-turut, menghapus sejumlah besar investasi dan portofolio. Wall Street terjun bebas, mengikuti kejatuhan serupa di Asia dan Eropa. Dow Jones turun 5,5% dan S&P 5,97%. Kerugian di pasar keuangan AS diperkirakan mencapai lebih dari USD6 triliun sejak Trump mengumumkan tarif.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperingatkan bahwa kebijakan tarif tersebut akan memacu inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih rendah. Namun, Trump tidak pernah menyesali kebijakan tersebut.

"Kebijakan saya tidak akan pernah berubah. Ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi kaya," jelasnya.

Anggota Partai Republik berusia 78 tahun ini, yang menghabiskan akhir pekan yang panjang dengan bermain golf di lapangan golfnya di Palm Beach, Florida, percaya bahwa kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini akan memaksa perusahaan-perusahaan asing untuk berproduksi di AS, daripada terus mengimpor barang.

"Hanya yang lemah yang akan gagal!" ujar Trump menggembar-gemborkan hal ini dalam satu postingan di Truth Social pada hari Jumat.

Dan di postingan lainnya, Trump menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan tidak terpengaruh. "Bisnis besar tidak khawatir dengan tarif, karena mereka tahu bahwa mereka akan tetap bertahan," tulisnya.

Namun, China merespons dengan mengumumkan tarif baru sebesar 34% untuk impor AS yang dimulai pada tanggal 10 April. Beijing mengatakan akan menuntut AS di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan juga membatasi ekspor elemen tanah jarang yang digunakan dalam teknologi medis dan elektronik kelas atas.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |