loading...
Harga daging sapi di pasar bergerak naik menjelang bulan Ramadan. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Harga daging sapi di pasar bergerak naik menjelang bulan Ramadan. Kenaikan terjadi justru setelah pedagang menghentikan aksi mogok selama 3 hari pada akhir Januari. Pada saat yang sama, harga daging kerbau sebagai stabilisator harga, malah jauh di atas harga acuan pembelian (HAP) konsumen Rp80.000/kg dan sudah masuk dalam kategori intervensi pasar karena sudah 20% lebih dari HAP.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, harga daging sapi rata-rata dijual Rp140.000/kg. "Harga memang naik sejak kami usai mogok dagang. Jika sebelumnya saya masih jual Rp130.000/kg, sekarang sudah Rp140.000/kg," ujar Ahmad, pedagang daging di Pasar Cibubur, Rabu (11/2/2026).
Hal yang sama juga diakui oleh Jujun, pedagang daging di Pasar Cijantung. Menurutnya, harga daging, apakah sengkel, daging kelapa (knuckle) atau potongan paha belakang, harganya sama, yakni Rp140.000/kg. Dia mengaku harga kemungkinan akan terus bergerak naik sampai Ramadhan dan Idulfitri.
Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (11/2/2026), harga daging sapi memang sudah masuk rentang tertinggi HAP, di mana sesuai Perbadan No. 12/2024 untuk daging sapi segar (chilled) paha depan dan paha belakang masing-masing Rp130.000/kg dan Rp140.000/kg.
Naiknya harga daging sapi juga diakui Ketua Umum perkumpulan Bakso Wonogiri Mendunia, Maryanto.
"Pasokan aman, tapi memang harga sudah naik Rp5.000/kg dibandingkan sebelum aksi mogok. Harga sebelum mogok Rp130.000/kg, sekarang sudah Rp135.000/kg," paparnya.
Kondisi yang mengkhawatirkan justru harga daging kerbau. Komoditas yang sengaja dibuka impornya oleh pemerintah dan dimaksudkan sebagai stabilisator harga daging agar terjangkau masyarakat, justru sudah jauh di atas HAP. Padahal, daging impor eks India ini dimonopoli oleh dua BUMN PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan kuota impor 2026 sebanyak 100.000 ton.
Baca Juga: Pemotongan Kuota Impor Daging Swasta Salah Sasaran
Berdasarkan data final per 11 Februari 2026 di Panel Harga Bapanas, secara nasional harga daging kerbau sudah masuk zona merah intervensi karena harga sudah di atas 20% HAP atau rata-rata Rp112.100/kg. Bahkan di Pulau Jawa, harga daging kerbau mencapai Rp120.000/kg atau 50% di atas HAP.


















































