Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon

11 hours ago 9

loading...

Militer Iran tutup lagi Selat Hormuz karena Israel menyerang Lebanon. Teheran anggap tindakan Israel sebagai pelanggaran kesepakatan damai AS dan Iran. Foto/BBC

TEHERAN - Militer Iran mengumumkan pada hari Sabtu (20/6/2026) bahwa mereka sekali lagi menutup Selat Hormuz karena Israel menyerang Lebanon selatan. Teheran menganggap tindakan Israel sebagai pelanggaran kesepakatan damai Iran dengan Amerika Serikat (AS).

“Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal. Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini merupakan tanggapan atas pelanggaran janji musuh, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.

Baca Juga: Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda

Pengumuman itu muncul ketika para negosiator Iran dan AS bersiap untuk bertemu di Swiss guna pembicaraan tentang implementasi kesepakatan 14 poin untuk mengakhiri perang Timur Tengah.

Negosiasi lanjutan telah direncanakan di Swiss pada hari Jumat, tetapi ditunda pada menit terakhir karena Israel melakukan serangkaian serangan mematikan di Lebanon setelah empat tentaranya tewas dalam pertempuran.

AS mengumumkan gencatan senjata baru di Lebanon pada Jumat sore—sebuah ketentuan dalam kesepakatan yang ditandatangani dengan Iran—tetapi pasukan Israel bentrok dengan milisi Hizbullah dan melakukan serangan lagi ke Lebanon pada hari Sabtu, di mana kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata baru tersebut.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kapal-kapal untuk tidak mendekati Selat Hormuz. "Jika tidak, keamanan mereka akan terancam," katanya.

Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas global, diblokade oleh Iran selama perang melawan AS dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari.

Teheran telah setuju untuk membukanya kembali berdasarkan kesepakatan pendahuluan yang ditandatangani minggu ini oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan lalu lintas pengiriman mulai pulih dalam beberapa hari terakhir.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan setelah pengumuman tersebut bahwa pasukan mereka tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian AS dengan Iran dipatuhi.

Pembicaraan di Swiss

Delegasi Iran berangkat ke Swiss pada Sabtu sore, menurut laporan media pemerintah, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei mengatakan mereka akan menuntut implementasi komitmen pihak lain berdasarkan kesepakatan tersebut sesegera mungkin.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |