Kemenhut Beberkan Penyebab Kematian Gajah Yuna di PLG Saree Aceh

1 hour ago 3

loading...

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap kematian anak gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Foto/Ist

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan kematian seekor anak gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Anak gajah betina berusia di bawah tiga tahun itu diduga mati akibat serangan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), virus yang dikenal rentan menyerang anak gajah.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Ujang Wisnu Barata menjelaskan bahwa Yuna, anak gajah dari induk Gajah Suci mati pada Selasa (11/8/2026) malam setelah kondisi kesehatannya menurun secara cepat. "Kondisi Yuna drop sangat cepat, yang berdasarkan diagnosa awal dipicu oleh serangan virus mematikan bagi anak gajah," kata Ujang, Jumat (14/8/2026).

Dia melanjutkan, secara makroskopis, gejalanya terlihat dari pembengkakan wajah, mata merah, dan mukosa lidah kebiruan, serta perubahan mikroskopis berupa pendarahan (hemoragik) pada organ pencernaan dalam. "Untuk mempertegas penyebab pastinya, kami telah mengambil sampel organ guna pengujian laboratorium lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga: Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia

Berdasarkan diagnosa awal medis, kata dia, peristiwa matinya Yuna diduga kuat akibat serangan EEHV, jenis virus mematikan yang sangat rentan menyerang anak gajah. Kematian Yuna menjadi perhatian karena kondisi kesehatan anak gajah tersebut sebelumnya masih terpantau baik.

Pada Selasa pagi hingga siang hari, Yuna masih aktif beraktivitas seperti biasa. Perubahan kondisi baru terlihat sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, mahout atau pawang gajah mendapati Yuna dalam keadaan lemas, mata bengkak dan merah, wajah membengkak, serta lidah pucat membiru.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |