loading...
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, bersama Head of Marketing Infinix Indonesia, Sergio Ticoalu, meresmikan kolaborasi teknologi keamanan siber IntelliBro? Aman yang kini terintegrasi dalam Infinix Note Edge 5G+, Selasa (27/1/2026). Foto: Sin
JAKARTA - Di tengah gelombang kejahatan siber yang kian ganas—mulai dari jeratan judi online, penipuan (scam) digital, malware pencuri data, hingga ancaman pornografi yang mengintai anak-anak—keamanan data di gawai pribadi tak lagi menjadi kemewahan, melainkan kebutuhan mendesak.
Menjawab keresahan ini, PT ITSEC Asia Tbk dan Infinix melakukan gebrakan pasar dengan menghadirkan standar keamanan level tinggi pada perangkat dengan harga terjangkau.
Kolaborasi strategis yang diumumkan pada Selasa (27/1/2026) ini menjadi antitesis dari anggapan bahwa keamanan siber canggih hanya milik ponsel flagship belasan juta rupiah.
Melalui integrasi solusi IntelliBron Aman berbasis kecerdasan buatan (AI), Infinix Note Edge 5G+ yang menyasar segmen harga Rp3 jutaan (estimasi pasar mid-range Infinix) kini bertransformasi menjadi benteng digital yang kokoh.
Demokratisasi Keamanan Siber

Langkah ini menandai pergeseran paradigma ITSEC Asia. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai "penjaga gawang" keamanan infrastruktur kritikal dan korporasi besar, kini turun gunung melindungi konsumen ritel.
M. Rasyid Sahputra, Head R&D ITSEC Asia, menegaskan bahwa keamanan siber harus inklusif.
"Keamanan siber ke depannya tidak hanya diukur dari bagaimana kita dapat melindungi organisasi, tetapi juga bagaimana kita mampu melindungi masyarakat sehari-hari," ujar Rasyid.
Ia menambahkan bahwa peluncuran IntelliBron Aman dalam ekosistem Infinix adalah cara perusahaan menghadirkan keamanan yang praktis, terjangkau, dan relevan, dimulai dari pasar Indonesia.

















































