loading...
Linktown kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih sejumlah penghargaan bergengsi dalam ajang Summarecon Awards 2026 Property Night Fever yang digelar Jumat, 13 Februari 2026. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Linktown kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih sejumlah penghargaan bergengsi dalam ajang Summarecon Awards 2026 “Property Night Fever” yang digelar Jumat, 13 Februari 2026. Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi performa dan kekuatan strategi penjualan Linktown dalam memasarkan proyek-proyek unggulan Summarecon.
Dalam ajang tahunan yang diselenggarakan PT Summarecon Agung Tbk tersebut, Linktown berhasil meraih sejumlah predikat prestisius, yakni, pertama, Top 1 Best of the Best Agent Properti Summarecon. Kedua,
Top 1 Summarecon Crown Gading. Ketiga, Top 3 Summarecon Bekasi. Keempat, Top 3 Summarecon Bandung.
Co-Founder Linktown Swandy Sutanto mengatakan, prestasi ini diraih berkat pencapaian Best on Value, yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian. “Prestasi tersebut mencerminkan kekuatan strategi penjualan, kualitas tim agen , serta efektivitas pendekatan pemasaran yang dijalankan Linktown dalam memasarkan berbagai proyek Summarecon,” katanya, Senin (16/2/2026). Baca juga: Perkuat Ekspansi Pasar Jatim, Linktown Resmikan Kantor Baru di Surabaya Pusat
Tak hanya itu, penghargaan ini juga berhasil dipertahankan selama dua tahun berturut-turut pada periode 2024–2025. “Konsistensi tersebut menegaskan posisi Linktown sebagai salah satu broker properti terdepan sekaligus mitra strategis terpercaya bagi Summarecon,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Swandy Sutanto menyampaikan penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim. “Penghargaan ini adalah bukti konsistensi dan komitmen tim Linktown dalam memberikan hasil terbaik bagi developer dan konsumen. Dua tahun berturut-turut mempertahankan posisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan berinovasi,” ujarnya.
Co-Founder Linktown Abel Kurniajaya mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, industri brokerage properti di Indonesia mengalami transformasi signifikan, baik dari sisi perilaku konsumen maupun model bisnis. Dari sisi preferensi, konsumen kini semakin rasional dan berbasis data. Mereka melakukan riset mandiri secara online sebelum menghubungi agen.
Sensitivitas terhadap harga tetap tinggi, namun kini disertai perhatian pada nilai jangka panjang seperti potensi capital gain, akses infrastruktur, serta reputasi developer. “Pendekatan konsultatif pun semakin diminati dibandingkan metode hard selling,” terangnya.


















































