loading...
Kebakaran Hong Kong begitu mematikan. Foto/X/@Yaqiu
HONG KONG - Setidaknya 128 orang tewas, termasuk 7 Warga Negara Indonesia, dalam salah satu kebakaran paling mematikan di Hong Kong yang terjadi pada hari Rabu dan menghancurkan sebuah kompleks perumahan bertingkat.
Kebakaran di Wang Fuk Court, sebuah kompleks delapan blok yang dibangun pada tahun 1980-an di distrik timur laut Tai Po, dimulai pada Rabu sore dan menyebar ke tujuh bangunan di kompleks tersebut. Menjelang malam, pemerintah kota meningkatkan status kebakaran ke level 5—tingkat keparahan tertinggi di skala kota.
Kebakaran terus berlanjut hingga Kamis, meskipun hingga Jumat, hanya beberapa unit yang masih terbakar, menurut wakil kepala pemadam kebakaran Derek Armstrong Chan. Operasi pencarian dan penyelamatan juga telah selesai, dan Chan mengatakan dalam konferensi pers Jumat pagi bahwa mereka "berharap api akan padam sepenuhnya malam ini."
Mengapa Kebakaran Terbaru di Hong Kong Begitu Mematikan?
1. Ada Jaring Pelindung di Apartemen
Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran, tetapi temuan awal mereka menunjukkan bahwa kecepatan penyebaran yang "tidak biasa" berpotensi dibantu oleh bahan-bahan yang mudah terbakar.
Melansir TIME, Menteri Keamanan Hong Kong Chris Tang, dalam konferensi pers Kamis pagi, mengatakan bahwa para pejabat sedang memeriksa "jaring pelindung dan film pada dinding luar gedung, serta beberapa terpal tahan air dan lembaran plastik" yang mungkin telah "menyebarkan api jauh lebih dahsyat dan cepat daripada beberapa bahan yang sesuai," serta "lembaran polistirena yang diperluas yang ditempel di jendela."
Baca Juga: 7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik di Dunia, Nomor 3 Memiliki Penutup Muka Antipeluru
2. Perancah Bambu Dipertanyakan
Penggunaan perancah bambu di kota ini, yang sebelumnya digunakan di blok Wang Fuk Court, yang telah direnovasi sejak 2024, juga kembali mendapat sorotan.
Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong, setibanya di lokasi, mendapati perancah dan jaring hijau di gedung-gedung tersebut telah terbakar, menurut pernyataan pemerintah. Video yang beredar di media sosial juga menunjukkan api telah membakar jaring tersebut, meninggalkan perancah bambu.


















































