Orang Indonesia Suka Gratisan tapi Buta Keamanan, Pakar Desak Anti-Virus Wajib Bawaan Pabrik

3 hours ago 2

loading...

Keamanan siber di smartphone menjadi sorotan seiring meningkatnya serangan siber, judi online, hingga pornografi. Foto: Sindonews/Danang Arradian

JAKARTA - Tingkat literasi keamanan digital yang rendah di tengah masyarakat Indonesia, ditambah budaya menyukai aplikasi gratisan tanpa memedulikan risiko, telah menempatkan jutaan pengguna ponsel pintar dalam bahaya nyata serangan siber, mulai dari Trojan Android Klopatra yang sedang ramai, jeratan judi online, hingga pencurian data pribadi.

Merespons kerentanan massal ini, sebuah desakan kuat muncul agar fitur keamanan siber tidak lagi menjadi opsi tambahan, melainkan standar wajib "bawaan pabrik" (pre-installed) pada setiap unit smartphone yang dijual di Tanah Air.

Desakan ini bukan tanpa dasar. Mr. Bert, Key Opinion Leader (KOL) di bidang keamanan siber, menyoroti kontradiksi perilaku konsumen Indonesia. "Orang Indonesia suka gratisan, dan mereka juga belum teredukasi masalah keamanan siber. Ini kontras dengan bagaimana serangan siber bisa masuk bahkan lewat media sosial," ujarnya.

Ia mencontohkan ancaman Trojan Android Klopatra yang menyusup diam-diam, menegaskan betapa krusialnya keberadaan aplikasi keamanan yang sudah terinstal langsung saat konsumen membeli ponsel, sehingga perlindungan berjalan otomatis tanpa menuntut inisiatif pengguna.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Digital Grafika dan Informasi Siber Indonesia (ADIGSI), Firli Ganinduto, mengungkapkan keprihatinannya.

"Edukasi terhadap keamanan siber di Indonesia sangat rendah," katanya. ADIGSI kini secara agresif mendorong agar fitur keamanan siber menjadi standar baku di setiap smartphone yang beredar di Indonesia. “Kami ingin mengubah fitur ‘mewah’ menjadi kebutuhan primer,” tambah Firli.

Sebelumnya, Infinix telah berkolaborasi dengan PT ITSEC Asia Tbk melakukan langkah strategis dengan meluncurkan Infinix Note Edge 5G+. Ponsel ini menjadi manifestasi nyata dari "demokratisasi keamanan siber", di mana perlindungan setara korporat kini hadir di genggaman konsumen ritel dengan harga terjangkau.

Sergio Ticoalu, Head of Marketing Infinix Indonesia, mengakui bahwa kejahatan siber yang kini berevolusi menggunakan kecerdasan buatan (AI) menuntut produsen untuk lebih proaktif.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |