Pembiayaan Jalan Tol, ATI: Kurangi Beban APBN, Perbesar Peran Swasta

1 hour ago 1

loading...

ATI akan menggelar FGD di Jakarta pada Rabu 12 Agustus 2026. FGD fokus mengenai penyelarasan ekosistem infrastruktur jalan tol untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Asosiasi Tol Indonesia (ATI) akan menggelar focus group discussion (FGD) dengan fokus mengenai penyelarasan ekosistem infrastruktur jalan tol untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, sebagai peran vital mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kegiatan digelar di Jakarta pada Rabu 12 Agustus 2026.

Forum ini hadir sebagai ruang dialog solutif lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan kebijakan regulasi, menjaga kelayakan iklim investasi . Termasuk kebutuhan untuk mendorong model pembiayaan yang lebih berkelanjutan dengan memperbesar peran investasi swasta serta meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol di seluruh Indonesia. Baca juga: Jalan Tol Harus Terintegrasi dengan Kawasan Industri untuk Tekan Biaya Logistik

Ketua Umum ATI Rivan A Purwantono mengatakan, ATI berkomitmen mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, keselamatan jalan, serta modernisasi ekosistem transportasi nasional. Dalam konteks ini, menurutnya, pembangunan jalan tol pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

”Publik membutuhkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, berkualitas, dan andal. Karena itu, ATI bersama pemerintah terus bersinergi untuk menjaga keberlanjutan industri sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan jalan tol yang terbaik,” katanya, Minggu (9/8/2026).

Jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia saat ini sepanjang 3.115,98 km (76 ruas jalan tol). Dikelola oleh 59 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dengan akumulasi nilai investasi mencapai Rp668 triliun untuk ruas beroperasi dan diproyeksikan mendekati Rp1.000 triliun termasuk ruas dalam tahap konstruksi dan persiapan.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |