loading...
Presiden Prabowo Subianto menegaskan sistem pendidikan nasional harus diperbaiki secara menyeluruh, terutama dalam proses rekrutmen dan peningkatan kualitas guru. Ilustrasi/Dok SINDO
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sistem pendidikan nasional harus diperbaiki secara menyeluruh, terutama dalam proses rekrutmen dan peningkatan kualitas guru . Pemerintah saat ini juga tengah membahas kemungkinan mengembalikan kewenangan pengangkatan guru ke pemerintah pusat.
"Ya, seluruh sistem pendidikan itu harus diperbaiki. Mulai dari rekrutmen guru yang paling utama," kata Prabowo saat ditanya soal masih minimnya kemampuan numerasi murid kelas 4 sekolah dasar ( SD ) , pada program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Kamis (17/9/2026).
Prabowo menjelaskan, desentralisasi merupakan bagian dari semangat demokratisasi yang bertujuan baik. Namun, dalam pelaksanaannya, penyerahan kewenangan rekrutmen guru kepada pemerintah daerah menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga objektivitas dan kualitas tenaga pendidik.
Baca Juga: Prabowo: Gaji Guru dan Dosen 2026 Capai Rp178,7 Triliun
Menurut Prabowo, pemerintah perlu berani melihat kenyataan di lapangan. Proses pengangkatan guru harus dipastikan berjalan berdasarkan kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas, bukan atas dasar kedekatan pribadi atau kepentingan politik.
“Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” kata Prabowo.
Untuk menjawab persoalan kualitas guru yang belum merata, pemerintah mempertimbangkan langkah sementara seperti pelaksanaan kursus, penataran, hingga program peningkatan kemampuan bagi tenaga pendidik. Langkah itu diperlukan agar guru dapat mengikuti perkembangan metode pembelajaran dan teknologi pendidikan.
“Sekarang, ya terpaksa mungkin kita harus bikin kursus-kursus, penataran-penataran, upgrading guru-guru itu,” ujar Prabowo.


















































