Rieke Diah Pitaloka Emosional Bahas Child Grooming, Singgung Kasus Aurelie Moeremans

4 hours ago 5

loading...

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, memberikan sorotan terhadap fenomena child grooming. Foto/Dok.

JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka , memberikan sorotan terhadap fenomena child grooming yang kini tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini menyusul kasus aktris Aurelie Moeremans.

Mulanya, Rieke menekankan pentingnya peran media sosial sebagai alat perjuangan keadilan, atau yang ia sebut sebagai fenomena "Viral for Justice".

Baca juga: Aurelie Moeremans Buka Suara usai Penikahannya Diungkit Roby Tremonti

Dalam kaitan ini, ia menyoroti keberanian Aurelie yang merilis e-book gratis berjudul "Broken Strings: Fragment of a Stolen Youth", sebuah memoar yang mengungkap sisi kelam masa mudanya yang hancur akibat praktik grooming.

"Kasus yang sedang ramai di medsos adalah child grooming. Ini adalah sesuatu yang dalam tanda kutip tabu bagi Indonesia selama ini. Tapi ada seorang perempuan bernama Aurelie Moeremans yang mengeluarkan e-book secara gratis berjudul Broken Strings ,” kata Rieke dalam rapat Komisi XIII bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Baca juga: Buku Broken Strings Seret Nama Nikita Willy, Diduga Artis Arogan yang Pernah Tolak Aurelie Moeremans

Legislator PDIP itu menegaskan bahwa child grooming bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan sebuah modus operandi yang sangat sistematis. Pelaku atau groomer secara perlahan membangun kedekatan emosional dan menciptakan ketergantungan pada anak atau remaja, yang pada akhirnya bermuara pada kekerasan atau eksploitasi seksual.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |