loading...
Para jenderal AS telah memperingatkan Presiden Donald Trump soal risiko perang besar melawan Iran, namun peringatan ini diabaikan. Foto/Kenny Holston/The New York Times
WASHINGTON - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran telah pecah sejak 28 Februari dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Permusuhan ini sebenarnya mulai meruncing usai pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani oleh serangan drone AS di Irak pada 2020, yang saat itu atas perintah Presiden Donald Trump.
Di balik tindakan keras Gedung Putih, muncul fakta menarik: sejumlah jenderal bintang empat AS justru memilih menahan diri dan memperingatkan risiko besar perang terbuka dengan Iran.
Baca Juga: Rudal Iran Tembus Iron Dome dan Gempur Gedung 7 Lantai Israel, 3 Orang Hilang
Sikap ini bukan tanpa alasan. Iran dinilai sebagai lawan yang jauh lebih kompleks dibanding Irak atau Afghanistan, dengan potensi konflik regional yang luas.
Daftar 6 Jenderal AS yang Peringatkan Trump soal Risiko Perang Lawan Iran
1. Mark Alexander Milley
•Pangkat: Jenderal Bintang 4 Angkatan Darat AS (Purnawirawan)
•Jabatan: Ketua Kepala Staf Gabungan (2019–2023)
Sebagai perwira tertinggi militer AS, Milley memainkan peran krusial dalam menyeimbangkan tekanan politik dan kalkulasi militer.
Peringatan yang disampaikan:
•Konflik dengan Iran berpotensi memicu perang regional skala besar
•AS harus fokus pada deterrence (penangkalan), bukan invasi
Milley dikenal sebagai sosok yang mengedepankan pendekatan profesional militer, yakni menghindari perang yang tidak memiliki tujuan strategis jelas.
2. James Norman Mattis
•Pangkat: Jenderal Bintang 4 Korps Marinir AS (Purnawirawan)
•Jabatan: Menteri Pertahanan AS (2017–2019)
Mattis dijuluki "Mad Dog" (Anjing Gila) karena reputasinya sebagai jenderal Marinir AS yang sangat agresif, tak kenal takut, dan memiliki strategi pertempuran yang intens di lapangan. Julukan ini juga mencerminkan energi, dedikasi tinggi terhadap prajurit, dan gaya kepemimpinannya yang keras, terutama menonjol setelah Pertempuran Fallujah di Irak pada 2004.


















































