China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci

5 hours ago 1

loading...

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengeluarkan seruan darurat kepada seluruh negara anggota blok BRICS dalam pertemuan tingkat tinggi di New Delhi, India. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Luar Negeri China , Wang Yi mengeluarkan seruan darurat kepada seluruh negara anggota blok BRICS dalam pertemuan tingkat tinggi di New Delhi, India, tengah pekan lalu. Di tengah ketegangan global yang belum sepenuhnya mereda, Beijing mendesak aliansi raksasa ekonomi berkembang ini untuk segera bersatu mengambil alih kontrol dan memperkuat kerja sama atas sumber daya mineral strategis dunia.

Langkah agresif China ini disebut-sebut sebagai strategi besar untuk menghadapi ancaman multidimensi di masa depan, mulai dari ledakan kecerdasan buatan (AI), wabah mematikan, hingga ancaman model peperangan baru yang kini mengincar kedaulatan negara-negara non-Barat.

Mineral Strategis: Kunci Hidup Mati Teknologi Masa Depan

Desakan Wang Yi mengenai kerja sama mineral strategis (strategic mineral resources) bukanlah tanpa alasan. Komoditas ini-seperti lithium, kobalt, nikel, dan tanah jarang (rare earths)-merupakan bahan baku utama pembuatan cip semikonduktor, baterai kendaraan listrik, superkomputer, hingga perangkat militer canggih.

Baca Juga: Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun

Dengan mengonsolidasikan kekuatan BRICS (yang kini mencakup produsen mineral utama dunia), blok ini berpotensi besar mengunci jalur pasokan global dan mendikte peta industri teknologi tinggi.

Selain masalah komoditas, kantor berita Xinhua juga melaporkan bahwa Wang Yi secara tegas meminta BRICS mengambil tindakan nyata dalam menghadapi ancaman non-tradisional yang semakin saling bertautan, termasuk pengawasan ketat risiko AI.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |