Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan

8 hours ago 6

loading...

Kenaikan harga tepung beras berimbas pada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti industri kue rumahan dan kue tradisional. Foto/Dok

JAKARTA - Kenaikan harga tepung beras berimbas pada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti industri kue rumahan dan kue tradisional. Sejumlah pelaku usaha akhirnya terpaksa menaikkan harga, mengecilkan ukuran kue, bahkan sampai harus berhenti berproduksi.

Selama ini kebutuhan bahan baku tepung beras industri dipenuhi dari beras pecah impor karena harganya relatif lebih murah. Namun adanya kebijakan penghentian impor beras untuk kebutuhan konsumsi maupun industri, produsen tepung beras kini beralih menggunakan beras pecah lokal yang harganya lebih tinggi.

Pelaku usaha penggilingan padi mengaku, harga beras pecah lokal saat ini berada di kisaran Rp10.000-Rp11.000 per kg. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras pecah impor yang tercatat dalam data perdagangan internasional.

Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Tepung Terbaik untuk Membuat Kue

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor ekspor-impor, harga beras pecah impor per Desember 2025, berada pada kisaran USD0,341-0,365 atau setara Rp5.737-Rp6.141 per kg.

Pemilik penggilingan UD Sekar Putri, Riyanto Jokonur di Klaten, Jawa Tengah, mengatakan bahwa ia menjual beras pecah broken 1 dengan harga Rp11.000 per kg. “Broken satu kualitasnya paling bagus dari beras premium. Beras ini kita stok dan dijual ke pabrik-pabrik tepung,” katanya.

Sedangkan Midi Iswanto, pemilik penggilingan di Lampung Selatan, mengungkapkan bahwa beras pecah di wilayah Lampung umumnya dijual dengan harga di bawah Rp11.000 per kg.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |