Mengapa Ada Pensyariatan Puasa Ramadan? Begini Asal-usul dan Sejarahnya

3 hours ago 1

loading...

Imam Ibnu Katsir mengatakan, proses pensyariatan puasa Ramadan ini mempunyai kemiripan dengan proses pensyaraitan salat, dimana keduanya melalui tiga tahapan pensyariatan. Foto ilustrasi/ist

Mengapa ada perintah atau pensyariatan puasa di bulan Ramadan ? Alasan dan asal-usulnya menarik untuk disimak agar pelaksanaan puasa di bulan suci ini, betul-betul dipersiapkan dengan matang dan memberi pahala yang sempurna.

Berikut penjelasannya yang dikutip dari buku 'Bekal Ramadhan dan Idul Fitri : Menyambut Ramadhan' karya Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir.

Imam At-Thobari dalam Jami' Al-Bayan menuliskan bahwa Muadz bin Jabal RA berkata: "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) datang ke Madinah maka puasa yang dilakukan oleh beliau adalah puasa 'Asyuro dan puasa tiga hari pada setiap bulannya. Hingga akhirnya Allah mewajibkan puasa Ramadan , dan Allah menurunkan ayat-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kammu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah: ayat 183)

Hingga ayat: "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin".

Pada awalnya siapa saja yang ingin berpuasa maka ia boleh berpuasa, dan siapa saja yang ingin berbuka maka dia boleh berbuka dan cukup menggantinya dengan memberi makan orang miskin. Namun, pada akhirnya Allah mewajibkan kepada seluruh ummat yang sehat dan tidak dalam perjalanan untuk berpuasa.

Baca juga: Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan

Tidak ada pilihan untuk berbuka, dan untuk mereka yang sudah lanjut usia tetap diberikan keringanan boleh berbuka dengan syarat tetap memberikan makan fakir miskin, maka turunlah ayat yang artinya: "Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu".

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim menjelaskan, proses pensyariatan puasa Ramadan ini mempunyai kemiripan dengan proses pensyaraitan salat, dimana keduanya melalui tiga tahapan pensyariatan. Perihal perubahan tahapan dalam puasa juga terjadi hingga tiga kali.

Awalnya ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW dan para sahabat berpuasa tiga hari pada setiap bulannya, dan beliau juga berpusa di hari Asyuro', lalu kemudian turun syariat puasa Ramadhan (QS. Al-Baqarah: 183), dan ini dinilai sebagai tahapan pertama.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |