Mobil Pemudik Nyasar di Bukititinggi Gara-gara Google Maps, Bocah-bocah Mendadak Jadi Pak Ogah

20 hours ago 2

loading...

Bocah-bocah mendadak menjadi Pak Ogah membantu pengemudi berbalik arah ke jalan yang benar. Foto/Wahyu Sikumbang

BUKITTINGGI - Tidak sedikit mobil pemudik dan wisatawan nyasar diarahkan lewat jalan sempit di Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat oleh Google Maps atau peta digital. Bocah-bocah sekitar pun mendadak menjadi Pak Ogah membantu pengemudi berbalik arah ke jalan yang benar.

Para pengemudi mobil terjebak ke jalan khusus sepeda motor dan jalan kaki saat menuju objek wisata panorama Lobang Jepang dan Ngarai Sianok karena keliru membaca Google Maps. Beruntung ada anak-anak warga setempat yang bersiaga mengingatkan.

Fikri dan Farel bersama empat temannya mendadak menjadi Pak Ogah. Pelajar berusia 12 hingga 15 tahun ini mengaku sejak Lebaran hari ketiga pada Rabu, 2 April 2025 hingga Minggu, 6 April 2025 ada ratusan mobil salah masuk lewat depan Kantor Lurah Bukit Cangang Kayu Ramang sejak pagi hingga malam.

“Kami lagi bantu mobil yang nyasar, dia mau ke Panorama tapi jalannya sempit. Karena Google Maps dan macet. Pakai motor bisa pakai mobil nggak bisa karena jalannya sempit. Kami dikasih uang sama orang yang kami bantu. Lumayanlah. Ini bantu-bantu sejak kemarin,” kata Fikri dan farel, warga RT05, Bukit Cangang.

Selain karena salah mengikuti panduan Google Maps, para pengemudi yang nyasar mengaku terjebak salah jalan karena mengikuti pengemudi lain di depannya. “Mau ke Binuang pergi makan, tapi jalan ditutup semua. Ikuti arahan Google Maps ke sini, di sini disuruh mutar aja balik,” kata wisatawan asal pekanbaru Riau Ridwan.

Hal senada dikatakan Sofyan, wisatawan asal Padang. “Mau ke Jam Gadang, putar balik aja tadi macet. Nyasar karena diarahkan polisi tadi,” tuturnya.

“Mau ke Jam Gadang, tapi Google Mapsnya salah sampai ke gang buntu,” kata wisatawan asal Bungo Jambi Arfan.

Sementara itu, Kapolsek Bukittinggi AKP Mazwanda mengimbau masyarakat jangan terlalu mengikuti Google Maps. Karena, Google Maps mengarahkan pengemudi ke jalur khusus sepeda motor.

“Lebih baik mengikuti arahan atau petunjuk dari petugas di lapangan, karena walaupun menuju Jam Gadang macet tapi masih bisa merayap lancar dan aman dan juga kami seluruh personel semuanya turun ke lapangan,” katanya.

Dia mengakui arus lalu lintas di Kota Bukittinggi beberapa hari belakangan ini cukup padat, namun masih bisa dikendalikan dan atur untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan dan pengunjung ke Kota Bukittinggi.

(rca)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |