loading...
Jakarta menambah ruang terbuka hijau melalui kehadiran Taman Gapura Muka Cakung di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur. FOTO/Aldhi Chandra
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat komitmennya dalam menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) yang berkualitas, dengan kontribusi kolektif masyarakat melalui Pajak Daerah menjadi penopang utama pembangunan dan revitalisasi taman-taman kota. Di tengah padatnya aktivitas ibu kota, ruang publik yang asri ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga menjadi ruang sosial yang mempertemukan warga untuk berinteraksi dan memulihkan energi.
"Ruang terbuka hijau yang terawat memberi manfaat luas, tidak hanya bagi warga asli Jakarta, tetapi juga bagi masyarakat perantau yang menetap dan beraktivitas di Ibu Kota," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Bapenda Jakarta, Morris Danny dalam pernyataannya, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Tanpa Antre, Pajak Reklame Kini Bisa Diurus lewat E-Reklame
Ia menegaskan, pajak yang dibayarkan warga merupakan sumber pendanaan krusial yang memungkinkan pemerintah terus menjaga keberlanjutan RTH sebagai elemen vital perkotaan. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan konsistensinya dalam meningkatkan kualitas RTH melalui program pemeliharaan dan revitalisasi berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi penataan ulang lanskap, peremajaan fasilitas taman, serta penguatan sistem keamanan kawasan melalui penambahan jaringan Closed Circuit Television (CCTV) untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung.
Sebagai bagian dari inovasi pelayanan, kebijakan pemberlakuan akses taman selama 24 jam di sejumlah lokasi turut dihadirkan. Langkah ini memungkinkan warga memanfaatkan ruang publik kapan pun dibutuhkan, mulai dari berolahraga pagi, bersantai malam hari, hingga berkegiatan komunitas, sehingga fungsi taman sebagai ruang bersama yang inklusif semakin terasa.
Sejumlah taman unggulan yang telah merasakan peningkatan fasilitas antara lain Taman Menteng, Taman Lapangan Banteng, Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Literasi Martha Tiahahu. Kelima lokasi tersebut menjadi representasi upaya berkelanjutan dalam menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.


















































