Dehidrasi Turunkan Imunitas Tubuh, Begini Cara Cegah dan Atasinya

5 hours ago 3

loading...

Tubuh memerlukan cairan yang cukup agar tidak terjadi dehidrasi. Foto/Istimewa.

JAKARTA - Memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat berdampak langsung pada fungsi organ vital serta memengaruhi daya tahan tubuh.

Sekitar 60 persen berat badan manusia terdiri dari cairan yang tersebar di ruang intravaskular dan ekstravaskular. Kedua komponen ini memiliki fungsi krusial dalam menjaga keseimbangan tubuh. Bila asupan cairan berkurang, distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh bisa terhambat, sehingga memengaruhi kinerja organ vital.

Baca juga: Arab Saudi Ciptakan Sistem Deteksi Dehidrasi Menggunakan Layar HP

Health Communicator Kalbe Nutritionals Laurencia Ardi menjelaskan, cairan tidak hanya penting, tetapi juga harus diimbangi dengan elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida. “Kehilangan elektrolit, misalnya akibat keringat berlebih, bisa menurunkan stamina dan konsentrasi,” ujarnya dalam keterangan resmi,dikutip Sabtu (30/8/2025).

Ia menambahkan bahwa hidrasi berperan secara tidak langsung dalam mendukung imunitas. Cairan tubuh membantu mengedarkan nutrisi penting bagi sistem kekebalan, sehingga dehidrasi dapat menurunkan efektivitas distribusi nutrisi tersebut. “Mengganti cairan saja tidak cukup, tubuh juga membutuhkan elektrolit agar fungsi fisiologis tetap optimal,” jelasnya.

Baca juga: Penyebab Ruben Onsu Mendadak Pingsan hingga Dilarikan ke Rumah Sakit, Dehidrasi dan Kelelahan

Untuk mencukupi kebutuhan cairan harian, disarankan mengonsumsi rata-rata 2 liter air mineral per hari. Jika merasa kesulitan, bisa divariasikan dengan minuman sehat lain seperti infused water atau air kelapa. Air kelapa bahkan disebut sebagai pilihan alami karena mengandung elektrolit yang membantu memulihkan cairan tubuh sekaligus menjaga stamina.

(nnz)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |