Houthi Klaim Merudal Pangkalan Militer Arab Saudi, Pertempuran Makin Berkobar

9 hours ago 8

loading...

Kelompok Houthi Yaman klaim telah menyerang pangkalan militer Arab Saudi dengan rudal dan drone. Foto/Mehr News Agency

RIYADH - Kelompok Houthi Yaman pada hari Minggu (13/9/2026) mengeklaim telah menggunakan drone dan rudal untuk menyerang sebuah pangkalan militer di Arab Saudi bagian selatan. Klaim tersebut muncul ketika pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh semakin berkobar, memicu semakin banyak warga sipil meninggalkan rumah mereka.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan menyasar pangkalan Sharurah di wilayah selatan Arab Saudi. "Target serangan adalah depot senjata serta pusat komando dan kendali yang mengatur agresi terhadap bangsa dan rakyat kami," katanya, yang dikutip The Guardian.

Baca Juga: Mengapa 'NATO Islam' Tak Menolong Arab Saudi dari Serangan Houthi Yaman?

Houthi tidak menyebutkan kapan tepatnya serangan tersebut dilakukan.

Pertempuran antara Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi meningkat dalam sepekan terakhir.

Pada Sabtu, pasukan pemerintah Yaman mengatakan mereka menyerang basis kelompok Houthi di kota pelabuhan Mocha di Laut Merah. Mereka kemudian menyerang sejumlah posisi Houthi lainnya di wilayah barat daya Yaman.

“Angkatan Udara Angkatan Bersenjata menargetkan posisi dan barak kelompok teroris Houthi dengan tiga serangan udara” di wilayah Taiz, kata militer Yaman dalam unggahan di X pada hari Minggu.

Sementara itu, situs berita Amerika Serikat (AS); Axios, melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dua kali menelepon Presiden AS Donald Trump pekan lalu untuk meminta serangan terhadap Houthi. Namun, menurut laporan tersebut, permintaan itu ditolak.

Pertempuran terbaru terjadi setelah serangan besar-besaran Houthi selama sepekan yang berujung pada penguasaan sisa wilayah pesisir Laut Merah Yaman serta sejumlah pulau strategis.

Perkembangan tersebut semakin memperkuat kendali Houthi atas Selat Bab al-Mandab, jalur strategis di pintu masuk selatan Laut Merah.

Jalur pelayaran tersebut kini menjadi semakin penting bagi ekspor minyak Arab Saudi setelah Iran secara signifikan memutus pengiriman melalui Teluk akibat blokadenya terhadap Selat Hormuz sejak awal perang di Timur Tengah.

Klaim serangan Houthi terhadap Arab Saudi muncul ketika pelacak lalu lintas maritim menerima laporan baru mengenai serangan terhadap sebuah kapal di Selat Hormuz pada Minggu.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap ancaman terhadap pasokan energi global yang berkaitan dengan Iran.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |